Sore itu hujan rintik-rintik membasahi bumi, menambah dingin udara di sekitarku.
Maklum hari itu sudah memasuki musim penghujan.
Di sebuah warung pinggir jalan, ada kedai kopi sederhana.
Kupinggirkan sepeda motor ke tepian, kuparkirkan dibawah tenda terpal yang sudah mulai usang.
"Bu kopi item satu" sapaku kepada ibu penunggu kedai yang kulitnya mulai keriput.
"Pahit atau sedang mas...? "Jawabnya


"Sedang aja bu", balasku sambil menuju ke bangku bambu yang sudah tampak licin dan menghitam.
"Sebentar ya mas, airnya belum mateng" jawab si ibu sambil meraba tutup pancinya.
"Iya bu, ngga apa-apa", timpalku sambil mengeluarkan handphone dari saku rompi.
Selang berapa menit, si ibu menyodorkan segelas kopi hitam yang masih ngebul dengan uap panasnya.